28 agustus 2020
Di bawah cahaya rembulan dan kedipan manja dari bintang-bintang
Aku tersipu malu
Melihat raut wajahnya yang begitu gugup mengambil bunga mawar berwarna orange untuk ku miliki
sembari perlahan mengucapkan kata-kata yang begitu indah
Begitu indah, tak bisa ku berkata-kata
Senyum ini tak lelah terbentang lebar di depannya
Mata ini menatapnya berkaca-kaca
Sebuah kata yang menjadi tanda tanyaku selama ini, akhirnya ku dengar
Aku mendengarnya dengan sangat jelas
Namun masih terasa seperti mimpi
"Maukah kamu jadi teman hidupku?"
Teriakku dalam hati "Tentu saja aku mau"
Aku berharap suara hatiku terdengar jelas melalui ekspresi wajah yang tak bisa lagi aku simpan
Aku begitu menyayanginya
Begitu menyayanginya sampai aku tak ingin berharap terlalu tinggi, karena akan terlalu menyesakkan jika semesta menginginkan kita berpisah
Aku begitu mengaguminya
Sampai terasa seperti mimpi seseorang yang ku kagumi, ku sayangi, akhirnya mengatakan kata-kata yang selama ini ingin ku dengar
Terima kasih, sayang
Malam itu, sungguh diluar ekspektasiku
Lamaranmu mengakhiri penantianku
Dan menjawab semua teka teki kisah cintaku
Terima kasih, telah memberiku apa yang aku suka, walau dengan adanya kamu saja aku cukup.
Love you,
Calon suamiku