There is no smile whithout a little pain

28 agustus 2020

Di bawah cahaya rembulan dan kedipan manja dari bintang-bintang 

Aku tersipu malu 

Melihat raut wajahnya yang begitu gugup mengambil bunga mawar berwarna orange untuk ku miliki 

sembari perlahan mengucapkan kata-kata yang begitu indah

Begitu indah, tak bisa ku berkata-kata 

Senyum ini tak lelah terbentang lebar di depannya 

Mata ini menatapnya berkaca-kaca

Sebuah kata yang menjadi tanda tanyaku selama ini, akhirnya ku dengar 

Aku mendengarnya dengan sangat jelas

Namun masih terasa seperti mimpi 


"Maukah kamu jadi teman hidupku?" 

Teriakku dalam hati "Tentu saja aku mau" 

Aku berharap suara hatiku terdengar jelas melalui ekspresi wajah yang tak bisa lagi aku simpan 

Aku begitu menyayanginya 

Begitu menyayanginya sampai aku tak ingin berharap terlalu tinggi, karena akan terlalu menyesakkan jika semesta menginginkan kita berpisah

Aku begitu mengaguminya 

Sampai terasa seperti mimpi seseorang yang ku kagumi, ku sayangi, akhirnya mengatakan kata-kata yang selama ini ingin ku dengar 


Terima kasih, sayang 

Malam itu, sungguh diluar ekspektasiku 

Lamaranmu mengakhiri penantianku 

Dan menjawab semua teka teki kisah cintaku 

Terima kasih, telah memberiku apa yang aku suka, walau dengan adanya kamu saja aku cukup. 


Love you, 

Calon suamiku


Semua bermula ketika hujan tidak sesering itu muncul 
Ketika bunga tidak malu malu lagi menampakkan wajahnya 
Burung-burung tidak enggan mengepakkan sayapnya dan bersenandung 
Ketika itu... 
Awan tak lagi menutupi mentari untuk bersinar 

It's a good timing for a new journey 
Dan itulah yang aku rasakan 
Saat tak sengaja langkah ini bertemu dengan langkahmu 

Aku tak mengerti maksudmu 
Aku tak ingin mempercepat keputusanku 
Dan kau tetap mengikuti langkah demi langkahku 
Mengiringi sambil tersenyum bersamaku 
Bahagia? 
Tak mungkin aku membohongi perasaan ini

Apakah hati ini terlalu cepat menyimpulkan perasaanmu? 
Apakah aku salah paham dengan segala sikap manismu itu? 
Pertanyaan yang selalu aku tanyakan kepada diriku
Setiap mentari mulai menampakkan sinarnya 
Setiap rembulan tak lagi malu menyinari malam kelabu 

Semakin waktu berjalan dengan cepat, 
Semakin cepat kau menghilang tanpa meninggalkan jejak 
Aku pikir aku hanya salah paham 
Tapi mungkin aku terlalu mudah menjadi mainanmu 
Dan membuatmu bosan terlalu cepat 

Mungkin aku jalan terdekat untukmu 
Yang sedang bosan, butuh sandaran ketika berhenti melangkah 
Mungkin aku hanya tempat singgah bagimu 
Yang akan kau datangi ketika jenuh
Yang akan kau sapa ketika kau lelah 

Aku bukan tujuanmu 
Dan aku terlalu salah paham untuk memahami itu? 
Aku rasa tidak. 

Semua tingkah laku dan sikap manis itu 
Apakah aku salah paham? 
Kau yang terlalu memikirkan dirimu sendiri 
Dan tidak memikirkan perasaanku 

Mengapa aku menyalahkan diriku sendiri? 
Mengapa aku melukai perasaanku sendiri karena menganggap aku terlalu mudah untuk salah paham? 
Tidak. 
Kau yang selalu datang ketika bahkan aku tak mau kau datang 
Kau yang menawarkan segala sikap manis itu untukku
Aku tak pernah meminta
Dan saat ini kau pergi dan menganggapku salah paham? 
Oh...
Aku mengerti 
Mungkin itu adalah jawaban tercepat yang dapat kau miliki 
Karena tak ingin mengakui kesalahan itu 
Kesalahan karena membuat singgah sanamu terlalu menyayangimu 
Karena menurutmu aku begitu mudah 
Karena kepergianmu adalah pilihan termudah untuk menghindariku 

Pada suatu kehidupan, kita melewati fase dari setiap tahap kehidupan berbeda-beda.
Pada setiap fase tentu aja pasti ada masalah-masalah yang akan menjadikan kita lebih kuat dari sebelumnya.
Aku, begitu payah mengenai hal ini. Setiap orang mempunyai ceritanya masing-masing, disaat suka dan duka ketika menghadapi fase ini.
Tapi bukankah fase ini begitu lama di kehidupanku?
Apakah fase ini akan selamanya ada dihidupku? aku rasa iya.
Karena hidup ini tak lepas dari kata sayang, kata cinta.

Suatu ketika,
Sesuatu yang begitu manis berubah menjadi begitu pahit dan gelap
Sesuatu yang berawal baik, berubah menjadi kelabu dan perlahan lahan mulai menghilang
Aku selalu bertanya-tanya mengapa selalu hal seperti ini yang terjadi padaku?
Kenapa seseorang yang telah membuatku nyaman membuatku terluka?
Kenapa seseorang yang telah membuat hati ini menyayanginya menjauhiku?

Aku pernah terluka 1 kali. Aku sangat berharap jika aku tidak pernah lagi terluka.
Namun ternyata, terluka bisa datang kapan saja.
Mungkin selama ini aku hanya bertanya dan bertanya, mempertanyakan semua keadaan yang sungguh tidak logis ini
Ketika aku terluka untuk kedua kalinya, aku begitu menyedihkan. Mulai menyalahkan diri sendiri yang dengan bodohnya mempercayai orang lain untuk mengisi hati yang kosong ini
Namun dengan kuasa-Nya,
tiba-tiba aku begitu disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang membuatku tidak bisa berpaling ke hal lain. Membuat diriku begitu lelah dengan urusan lain, sehingga aku tak lagi memikirkan luka ini.
Aku rasa, Tuhan sudah mempunyai rencana sendiri untuk membuatku bahagia dengan cara terindah.
Dan Tuhan tidak menginginkan aku begitu larut dalam kesedihan, oleh karena itu Tuhan membuatku begitu sibuk.

Jika terluka membuatmu terasa begitu menyedihkan,
Aku akan selalu menyibukkan diri.
Karena terluka bukan berarti berakhir,
Terluka adalah awal yang baru untuk cerita baru.

Lembaran baru di suatu kehidupan pasti yang ditunggu-tunggu
Ga ada satupun orang yang pengen hidupnya gitu gitu aja, tanpa adanya perubahan, tanpa adanya keadaan baru yang membuat excited
Begitu juga gue. Yang udah stuck dengan masalah yang sama selama bertahun-tahun. Kali ini masalah cinta, hati dan perasaan.
Gue bukan tipe orang yang mudah nyaman dengan seseorang, walau gue suka dengan orang tersebut. Itu yang membuat gue agak susah menemukan orang yang membuat gue nyaman sekaligus gue suka.
Dan itu terjadi untuk pertama kalinya di hidup gue, gue menyukai seseorang yang dekat dengan gue dan bisa membuat gue nyaman dengan segala kekurangan dan sifatnya.
Tapi ternyata takdir nggak bisa membuat gue bersatu dengannya, karena kenyataan memang tidak selalu sama dengan harapan. Gue menyayanginya, tapi takdir menyatakan kita hanya akan menjadi teman.
Dan itu membuat gue stuck bertahun-tahun, melupakannya. Karena mencari seseorang yang membuat nyaman lebih susah dibandingkan menyukai seseorang.
Ketika bertahun-tahun berlalu,
9 tahun kemudian...
Gue mengalami masalah yang cukup berat untuk gue hadapi, gue harus menjalani masalah tersebut setiap hari, setiap jam, setiap detiknya tanpa bisa melupakan masalah itu. Ketika itu, lembaran baru gue dimulai.
Ada seseorang yang kenal dengan gue datang, dengan annoyingnya terus mengganggu gue, memperlihatkan perhatiannya ke gue, dan akhirnya membuat gue nyaman. Membuat gue jatuh cinta dan nyaman bersamanya. Gue ga minta dia untuk datang, gue ga pernah minta perhatiannya, tapi semua itu dia kasih ke gue dan tanpa sadar gue udah membuka lembar baru, menutup buku lama.
Setelah perjalanan panjang 9 tahun, akhirnya buku lama itu berhasil gue tutup.
Tapi ternyata, gue dipermainkan waktu lagi. Dia datang bukan untuk gue, tapi untuk masalah gue. Masalah gue yg dia tau dan dia mencoba menghibur gue. Dia berhasil, dia berhasil membuat gue melupakan masalah gue, tapi dia membuat masalah yang baru di hidup gue.
Orang baru dengan masalah baru.
Lagi dan lagi, gue terperangkap kenyamanan dengan seseorang yang nyatanya bukan untuk gue.
Gue ga pernah minta perhatian dia
Gue ga pernah minta kabar dia
Gue ga pernah minta dia datang ke gue
Dia datang begitu saja
Dan sekarang dia pergi begitu saja.
Dari seseorang yang sangat menyebalkan, yang selalu mengganggu sehari hari gue, yang gak pernah membiarkan gue berpikir sejenak kalo dia hanya main-main, seseorang yang sangat menyebalkan dan akhirnya membuat gue terbiasa, sekarang berubah menjadi seseorang yang benar-benar mengabaikan gue seutuhnya.
Sudah 2x gue merasakan hal yang sama, merasakan kenyamanan kepada orang yang tidak seharusnya membuat gue nyaman. Ada apa dengan diri gue? Apa yang salah dengan diri gue?
Kenapa gue selalu merasakan rasa ini untuk orang yang tidak seharusnya mendapatkannya
Dan gue sangat tahu bagaimana cara mengatasi masalah ini....


Menemukan seseorang baru yang membuat gue nyaman dan cinta

Dan seseorang itu entah dimana. 
ku temukan diriku tersesat kehilangan arah dan mulai kebingungan di antara ribuan orang yang sibuk dengan kehidupannya masing-masing. tanpa ku sadari, kaki ini mulai melangkah entah ke jalan apa, terus berjalan dan terus berjalan, tanpa tujuan. ku biarkan diri ini membawaku kemanapun jalan yang aman untukku, ketika aku bertemu persimpangan jalan aku mulai berhenti.
haruskah aku lurus saja?
atau aku belok kanan saja?
bukankah seharusnya aku belok kiri?
bukan persimpangan itu yang membuatku berpikir, tetapi tujuanku. kemana kah tujuanku? jika tujuanku sudah jelas, bukankah seharusnya jalan menujunya tidak akan membuatku berpikir keras?

seketika aku menyadari diri ini mulai kehilangan arah. ketika semua orang sibuk berjalan dan mengejar apa yang tak terlihat di depan mataku, aku mulai berjalan. setidaknya aku ikut berjalan, aku tidak berhenti, aku tetap berjalan walau belum menentukan arah.
ternyata langkah itu tidak terlalu tepat untukku, mungkin juga untukmu.
berhenti sejenak untuk menetapkan tujuan itu bukan perkara, tapi pilihan. Pilihan yang akan membuat orang lain berpikir sebelah mata tentangku, mengapa aku berhenti, mengapa aku terdiam. walau sebenarnya aku tidak sepenuhnya terdiam dan terhenti, aku sedang merancang, merancang mimpi dan tujuan yang akan ku kejar.

Aku masih terlalu bodoh, ternyata
Aku masih begitu terpana, ternyata

Ketika pikiran ini udah sibuk dengan duniaku yang baru, ternyata hati ini menjerit menrindukannya
dan kali ini jeritannya sampai ke mimpiku
Ketika aku terbangun, rasanya hati ini begitu menderita merindukannya
Dan jari ini ingin sekali menekan tombol "call"
Tapi sekali lagi...
Pikiran ini membalasnya...
"Untuk apa kamu kembali pada jalan buntu?"
"Harus berapa ratus kali dunia membuktikan kalo dia ga akan pernah kaya dulu lagi?"
"Kamu cuma butuh penggantinya, kamu ga butuh dia"

Dan ketika aku mengabaikan semua pikiran-pikiran logis itu dan mulai mengetikkan satu per satu abjad namanya...
"Contact not found"

... dunia sudah membuktikan, hanya aku yang masih buta dan tuli




Tak perlu waktu lama untukku menemukan cahaya di dalam hatimu
Ketulusan itu
Kebahagiaan itu
Aku mengerti aku memang ada di hidupmu
Dan aku bersyukur, karena dirimu yang ada di hidupku

Aku hanya seorang manusia yang tidak bisa disamakan dengan yang lainnya
Aku hanyalah aku
Yang membutuhkanmu 

Aku merasakan mata ini mulai mencintai paras wajahmu
Aku merasakan telinga ini mulai menikmati suaramu
Dan aku merasakan hati ini mulai terbiasa denganmu
Dengan apa yang ada di dalam dirimu
Aku merasakannya... cinta ini ada karena dirimu

Ada yang mulai sadar dirinya butuh perubahan
Ada pula yang takkan pernah sadar dirinya membawa perubahan

Aku butuh perubahan,
dan seseorang yang membawa perubahan itu adalah kamu
Menghilangkan luka yang sudah lama ingin ku hilangkan
Dan saat ini... semua terasa begitu sempurna
Aku, kamu, dan waktu yang tepat

 
Gue sama dia udah sedeket ini jaraknya, tapi kita ga pernah ketemu. bukan ga pernah sih, mungkin kata yang tepat adalah gak mau.
bukan gue, tapi dia.
gue ga kebayang ajasih kalo tiap hari dengan jarak yg sedeket ini gue kerja disini, tiap hari ngebayangin dia yang ada di gedung sebelah,
gue mungkin bisa... gila. wkwkwk dan... tentunya high expectation
ternyata, ekspektasi memang tidak selalu sejalan dengan realita
dan ekspektasi yang udah dibuat itu perlahan lahan menghancurkan pikiran logis lo, kemudian perasaan berkata "gpp, mungkin dia lagi sibuk"
dan terus positif thinking yang akhirnya ngebuat diri lo terluka sendiri
kenapa harus positif thinking sama suatu harapan yang gak jelas di depan mata?
kenapa harus positif thinking ketika itu akan membuat lo terjatuh?
i think negative thinking is much better for this situation, right?
less expectation, less hope, and then less hurt

semua terasa begitu lucu untuk gue, ketika dulu terperangkap sama kisah 10 tahun,
dan sekarang gue stuck lagi dengan kondisi yang lama. realita yang sama, dengan sedikit bumbu-bumbu.
lucu, asli.
lucu banget otak sama hati gue, udah tau pernah terjatuh, skrg terjatuh lagi. kalo dulu mungkin saat terjatuh gue hanya merasakan sakit,
skrg gue tertawa.
dan kesakitan
lebih nano nano dengan kebegoan yang dihasilkan oleh hati
kerja di kota besar ini? bahkan gue udah ga berekspektasi bakal lama kerja di sini, bcs of what? karena hal yang gue cari di kota besar ini selain uang udah ga ada
i think... dia serius sama kata-katanya. gue pikir... dibalik candaan dia ada kata yang tersirat, yg bisa gue tangkap
tapi ternyata kenyataannya gue salah tangkap.
mungkin menurutnya, gue tempat candaan yang sempurna.
dan ketika dia berpikir tentang itu, gue berada di titik yang sempurna untuk terbang lagi.
salah dia? gak sama sekali,
waktu memang mempertemukan gue dengannya lagi, tapi bukan berarti kita dipertemukan untuk dipersatukan
Ada seseorang udah sedekat itu menjadi sejauh itu, ada seseorang yang sejauh itu menjadi sedekat itu.
Ungkapan yang unik namun benar adanya. Pertemuan dan perpisahan tidak bisa diatur secara akal dan logika, kapan pertemuan akan dimulai, kapan perpisahan datang

Ketika memiliki seseorang yang sudah sedekat itu, kemungkinan untuk menjadi seseorang yang tak lagi dikenal masih ada. Ketika seseorang datang di hidup dan membagikan banyak kenangan senang dan duka bukan berarti orang itu akan selamanya bersama. Karena, pertemuan dan perpisahan tak bisa dihilangkan salah satu. Ketika pertemuan hanyalah sebuah pertemuan, bukan berarti akan selalu bersama. Ketika pertemuan yang dengan cepatnya menemui perpisahannya, siapa yang bisa mencegahnya?
Terkadang, lima huruf ini sering terpendam sendiri tanpa disadari. Sebagian orang, cenderung mengeluarkan perasaan melalui tindakan untuk mengungkapkan bahwa ia memang memiliki lima huruf ini. 
Namun, tidak semuanya mengharapkan rasa ini datang untuk suatu hal atau seseorang. Ketika seseorang akan mengungkapkan rasa itu, tidak sedikit pula yang memilih untuk melupakan rasa itu. Rasa yang selalu membayangi dengan sosok yang 'mungkin' tak dimilikinya. Melupakan merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa. Menjadi sibuk dengan pekerjaan menjadi salah satu opsi untuk melupakan. Dan memang berhasil, berhasil ampuh untuk membunuh waktu dan menyita pikiran untuk fokus pada berbagai hal. 
Tapi akankah itu bertahan? Ku rasa tidak. Kesibukan itu semakin lama akan hilang dan ketika itu datang... barulah rasa itu datang, rasa yang sudah terpendam lama seketika terungkap semua dan sebesar apa rasa itu yang telah terpendam? Bukankah akan semakin terluka?
Lima huruf itu memang tak mengenal ruang dan waktu, karenanya ku sebut lima huruf itu adalah R I N D U.

Previous PostPostingan Lama Beranda