satu dua kata tak cukup menggambarkan sejuta langit yang membentang luas di angkasa
satu dua kata tak mampu mengindahkan kesejukan malam penuh bintang
satu dua kata tak mungkin bisa menandakan setiap momen yang terjadi di bawah langit senja itu
karena butuh beribu kata untuk menghiaskan kisah yang ada dan sejuta senyuman saat mulai menggoreskan titik-titik cerita yang ada
aku kira, aku akan mulai labil dalam memilih, aku kira aku akan goyah saat beberapa orang datang di dalam hidupku dan menggoreskan tinta-tinta kebahagiaan. ternyata, aku tidak sama sekali goyah, tidak juga labil, karena pada akhirnya bintang yang kutunjuk tetaplah kamu. ya... kamu
seperti inikah rasanya bahagia setelah bertahun-tahun menyayangi orang yang sama? seperti inikah rasanya tersenyum tanpa beban pada seseorang yang membuat hari-hari terasa lebih cerah dari biasanya?
sedikit demi sedikit, aku mulai bisa merasakan aroma melupakan. entah untuk sela
manya atau sementara, setidaknya rasa itu mulai memudar dan tergantikan.
entah karena dia tidak ada disini atau memang sudah waktunya untuk berpindah, aku hanya ingin atmosfer seperti ini ada untuk lebih lama. menghirup lebih lama udara kebahagiaan setiap pagi ku terbangun, tersenyum lebih lama setiap harinya dan menangis sedikit mungkin untuk waktu yang lama.
jika dalam hidupku yang lama tergoreskan warna merah kuning hijau dan biru, hidupku kali ini bertambah warna jingga dan ungu. terasa lebih berwarna, terasa lebih bebas, dan terasa lebih bahagia.
oke lanjut pada bahasan awal.
beberapa waktu lalu, banyak hal terjadi dalam sehari. entah itu dari rasa canggung, rasa bahagia, rasa terlindungi, dan lain-lain. pada satu orang yang selama ini ada di dekatku. nyaman, saat bersamanya. entah mengapa begitu gundah saat itu saat memikirkan rasa yang sama saat ada kamu.
namun, semua itu hanya bahagia sesaat, yang hanya bisa dijadikan kenangan tambahan saat aku masih muda seperti saat ini.
perasaan ini ternyata tidak goyah, bahkan disaat kamu dan aku hanya sebatas say hello dan melambaikan tangan saat berjumpa. dan pada saat melihatmu tersenyum, semua pertanyaan ini terjawab dengan sendirinya. satu pertanyaan yang mungkin belum terjawabkan, mengapa aku begitu menyukaimu? bahkan disaat kita tidak saling mengenal, aku sudah menyukaimu.
aneh. hati ini seperti menahan, agar aku bersabar. seperti yang aku katakan, aku hanya berdoa dan berdoa kepada Allah SWT untuk segala urusan hati ini. apa kamu yang terbaik atau bukan, aku memasrahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa.
sekali lagi, apakah ini rasanya telah membuka hati untuk orang lain atau bukan, apakah ini rasanya move on atau bukan, aku hanya bahagia, dan hanya ingin terus seperti ini.
0 komentar:
Posting Komentar