There is no smile whithout a little pain

Ku beri namanya Bidadari

Leave a Comment
Ku beri namanya Bidadari
Dan kau bisa bayangkan bagaimana rupanya

Wajahnya yang cantik, mulai memerah saat terkena cahaya matahari
Wajahnya yang manis, sangat bersinar saat cahaya rembulan memantulkan pesonanya
Sikapnya yang anggun, mencerminkan sosok wanita penuh kasih sayang
Tutur bahasanya saat berbicara yang sopan, menyamankan suasana dimanapun ia berada

Ku beri namanya Bidadari
Langkah kakinya perlahan namun pasti
Rambutnya tergerai
Terkena hembusan angin

Berjalan melewati lorong demi lorong, menuju tempat biasanya menghabiskan senja
Membaca buku
Tak sedikit tatapan asing bahkan tersenyum, melihatnya berjalan santai menghadap ke depan
Tak pedulikan siapapun

Ada langkah lain yang mendekat
Perlahan, semakin dekat
Namun tak menghampiri, hanya saling terpaut dengan arah yang berbeda
Wajahnya tertunduk, dengan tas ransel di punggungnya

Ku beri nama dia Bidadari
Wajahnya terangkat saat namanya terpanggil
Tatapannya begitu teduh, memberikan suasana nyaman saat bersapa dengannya
Badannya yang mungil, memberikan kesan gemas pada setiap orang yang mengenalnya

Berjalan berlawanan arah dengan sosok yang kuceritakan tadi
Ku beri nama dia Bidadari

Tak banyak yang dia katakan, hanya tersenyum
Namun kakinya terus berjalan
Tangannya menggenggam sebungkus plastik besar
Terus berjalan

Langkahnya terhenti
Tangannya sibuk mencari sesuatu di dalam plastik tersebut
Dilihatnya seorang nenek yang duduk di pinggir jalan berjualan mainan
Diberikannya sebungkus nasi, tatapannya amat teduh
Senyumnya begitu tulus
Terima kasih.

Langkahnya tak berhenti hanya disana
Perjalanannya masih panjang

Hembusan angin sore itu masih menemaninya
Di bawah pohon rindang, kicauan burung datang dan pergi
Matanya fokus tertuju satu titik yang sedang digenggamnya
Sebuah buku yang usai dibacanya sedari tadi

Suara knalpot kendaraan silir berganti
Mengabaikan sosok yang terduduk letih di pinggiran sungai
Plastik besar ditangannya sudah kosong tak terisi
Saatnya kembali, senja tlah usai

Senja itu datang setiap hari
Dua langkah itu tetap saling membelakangi
Ku beri nama mereka Bidadari
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar