There is no smile whithout a little pain

tak sepenuhnya aku berhenti

Leave a Comment
ku temukan diriku tersesat kehilangan arah dan mulai kebingungan di antara ribuan orang yang sibuk dengan kehidupannya masing-masing. tanpa ku sadari, kaki ini mulai melangkah entah ke jalan apa, terus berjalan dan terus berjalan, tanpa tujuan. ku biarkan diri ini membawaku kemanapun jalan yang aman untukku, ketika aku bertemu persimpangan jalan aku mulai berhenti.
haruskah aku lurus saja?
atau aku belok kanan saja?
bukankah seharusnya aku belok kiri?
bukan persimpangan itu yang membuatku berpikir, tetapi tujuanku. kemana kah tujuanku? jika tujuanku sudah jelas, bukankah seharusnya jalan menujunya tidak akan membuatku berpikir keras?

seketika aku menyadari diri ini mulai kehilangan arah. ketika semua orang sibuk berjalan dan mengejar apa yang tak terlihat di depan mataku, aku mulai berjalan. setidaknya aku ikut berjalan, aku tidak berhenti, aku tetap berjalan walau belum menentukan arah.
ternyata langkah itu tidak terlalu tepat untukku, mungkin juga untukmu.
berhenti sejenak untuk menetapkan tujuan itu bukan perkara, tapi pilihan. Pilihan yang akan membuat orang lain berpikir sebelah mata tentangku, mengapa aku berhenti, mengapa aku terdiam. walau sebenarnya aku tidak sepenuhnya terdiam dan terhenti, aku sedang merancang, merancang mimpi dan tujuan yang akan ku kejar.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar