There is no smile whithout a little pain

like this, enough

Leave a Comment
berawal dari hanya sering melihatnya... semua jadi aneh sekarang.
aku kira semuanya hanya sebuah pengaguman belaka, untuk ukuran seseorang yang bahkan tak aku kenal.
aku kira semuanya hanya sebatas rasa menyukai karena dia begitu tampan.
aku kira... dan ku harap hanya begini.
tapi,
senyumnya yang manis
caranya serius saat mengerjakan tugas
caranya menggoreskan tinta-tinta pada kanvasnya
caranya tertawa
ketika dia berbicara
suaranya
lesung pipinya
aura tubuhnya yang terlihat friendly
caranya berjalan
semuanya terekam indah di memori ini.
ada rasa takut di saat mungkin dia sadar ada aku di sekitarnya
ada rasa takut di saat mungkin dia menyadari aku memperhatikannya
ada rasa tidak percaya diri, bahkan hanya untuk berkenalan
karena begitu banyak yang memperhatikannya, tidak sedikit yang menaruh hati padanya, dan aku rasa alasan itu cukup untuk membuatku takut. aku tak cukup baik, bahkan hanya untuk mendapatkan senyumannya
Tuhan...
dia tampak sempurna
melihatnya saja cukup membuatku tersenyum sepanjang hari
tapi...
bahkan aku tak mengenalnya
Tuhan...
dia sangat jauh, jauh di sana. menggapainya bahkan tak mungkin
tapi, biarkan hari ini indah dengan caraku
biarkan hati ini bahagia untuk sejenak
walau menggapainya tak mungkin
seperti ini sudah cukup
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar