Inilah hidupku. Tidak bisa di bilang hidup yang baru, namun
banyak berubah. Ada sesuatu yang berbeda, yang bahkan akupun tak bisa menolak,
sesuatu yang seharusnya tak pernah terjadi dan aku lakukan, namun aku terus dan
terus mengulanginya.
Mencoba berbohong dengan perasaan sendiri dengan selalu
mencari seseorang di luar sana. Menganggap semuanya adalah suatu yang hebat,
dengan selalu tersenyum dan terlihat bahagia di depan semua orang.
Bukan berarti aku tidak bahagia, aku menikmati hidup ini,
dengan cara seperti ini, berpura-pura mempunyai ketertarikan lebih pada seorang
lelaki yang bahkan tak pernah sedikitpun ada di hati ini. Mengenalkan pada
dunia tentang seseorang yang seakan akan ada di hidup dan mewarnai hati ini,
seakan akan hati ini sudah tak pernah menganggap masa lalu itu sebuah masalah.
Entah dari kapan situasi menjadi sebuah tipu daya untuk
menutupi kenyataan yang ada. Aku hanya tidak ingin semuanya tau, bahwa hati ini
sama sekali tidak pernah berpindah tempat. Bahwa hati ini sama sekali tidak
pernah berpaling dari hamper 7 tahun yang lalu.
Seolah-olah aku menyukai semua orang, seolah-olah aku
menyukai semua lelaki. Sesungguhnya, ada sesuatu yang aneh dari diri ini ketika
pertama kali melihat seseorang itu. Tampak berbeda dan tampan. Sangat rupawan.
Namun, hari demi hari, sering kali bertemu dengan hanya berpapasan tanpa
menyapa karena memang aku dengannya tidak pernah kenal.
Kulitnya yang putih, sikapnya yang ramah, begitu aneh sekali
ketika reaksi tubuh ini seperti mulai menyukai. Karena sebelumnya, aku hanya
menyukai sosok yang jutek dan berkulit sawo matang. Namun kali ini berbeda,
dengan hanya melihatnya, tubuh ini sontak bersemangat lagi. Satu senyumannya
dapat mengindahkan sehari penuh hidupku. Entah apa ini, entah rasa apa ini,
bahkan aku tak mengenalnya. Dan mengapa jantung ini berdetak sangat cepat
ketika waktu mempertemukan aku dengannya?
Entah apa, ini pertama kalinya, rasa ini mulai aneh kepada
seseorang asing yang bahkan tidak aku kenal.
Entah mengapa, rasa ini ingin terus melihatnya. Melihatnya
sudah cukup, untuk menenangkan gelisah yang ada. Melihatnya, cukup membuatku
melupakan stressnya kuliah dan tugas. Melihatnya, setidaknya ada satu sisi
dimana aku bisa merasakan jatuh cinta kepada orang yang berbeda.
Tapi entah, jika ternyata tiba-tiba orang itu datang dan
ingin memulai semuanya dari nol. Entah apa, jika orang itu muncul dan
memberikan tangannya untuk ku genggam.
0 komentar:
Posting Komentar