There is no smile whithout a little pain

the life...

Leave a Comment
Inilah hidupku. Tidak bisa di bilang hidup yang baru, namun banyak berubah. Ada sesuatu yang berbeda, yang bahkan akupun tak bisa menolak, sesuatu yang seharusnya tak pernah terjadi dan aku lakukan, namun aku terus dan terus mengulanginya.
Mencoba berbohong dengan perasaan sendiri dengan selalu mencari seseorang di luar sana. Menganggap semuanya adalah suatu yang hebat, dengan selalu tersenyum dan terlihat bahagia di depan semua orang.
Bukan berarti aku tidak bahagia, aku menikmati hidup ini, dengan cara seperti ini, berpura-pura mempunyai ketertarikan lebih pada seorang lelaki yang bahkan tak pernah sedikitpun ada di hati ini. Mengenalkan pada dunia tentang seseorang yang seakan akan ada di hidup dan mewarnai hati ini, seakan akan hati ini sudah tak pernah menganggap masa lalu itu sebuah masalah.
Entah dari kapan situasi menjadi sebuah tipu daya untuk menutupi kenyataan yang ada. Aku hanya tidak ingin semuanya tau, bahwa hati ini sama sekali tidak pernah berpindah tempat. Bahwa hati ini sama sekali tidak pernah berpaling dari hamper 7 tahun yang lalu.
Seolah-olah aku menyukai semua orang, seolah-olah aku menyukai semua lelaki. Sesungguhnya, ada sesuatu yang aneh dari diri ini ketika pertama kali melihat seseorang itu. Tampak berbeda dan tampan. Sangat rupawan. Namun, hari demi hari, sering kali bertemu dengan hanya berpapasan tanpa menyapa karena memang aku dengannya tidak pernah kenal.
Kulitnya yang putih, sikapnya yang ramah, begitu aneh sekali ketika reaksi tubuh ini seperti mulai menyukai. Karena sebelumnya, aku hanya menyukai sosok yang jutek dan berkulit sawo matang. Namun kali ini berbeda, dengan hanya melihatnya, tubuh ini sontak bersemangat lagi. Satu senyumannya dapat mengindahkan sehari penuh hidupku. Entah apa ini, entah rasa apa ini, bahkan aku tak mengenalnya. Dan mengapa jantung ini berdetak sangat cepat ketika waktu mempertemukan aku dengannya?
Entah apa, ini pertama kalinya, rasa ini mulai aneh kepada seseorang asing yang bahkan tidak aku kenal.
Entah mengapa, rasa ini ingin terus melihatnya. Melihatnya sudah cukup, untuk menenangkan gelisah yang ada. Melihatnya, cukup membuatku melupakan stressnya kuliah dan tugas. Melihatnya, setidaknya ada satu sisi dimana aku bisa merasakan jatuh cinta kepada orang yang berbeda.

Tapi entah, jika ternyata tiba-tiba orang itu datang dan ingin memulai semuanya dari nol. Entah apa, jika orang itu muncul dan memberikan tangannya untuk ku genggam. 
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar