There is no smile whithout a little pain

You.

Leave a Comment
Dia layaknya jembatan yang kokoh,. Tegap berdiri tidak mudah untuk terguncang angin dan badai. Dia tetap berdiri tegap, tanpa menoleh ke belakang.
Dia yang dengan mudah memenuhi ruang ini dengan suaranya, tawanya, dan segala sikapnya. 
Dia yang dengan sulitnya untuk keluar dengan mengucapkan selama tinggal dan tersenyum.
Dia yang hingga kini masih menjadi raja.
Entah apa yang seharusnya ku sebut rasa ini. Buta? Apa adanya?
Hah.
Segala pertemuan ada maksud dan tujuan yang sudah Tuhan atur untuk mahkluk-makhlukNya. Dan aku tahu pertemuan terakhir itu pun mempunyai maksud.
Lebih dari 6 tahun rasa ini ada untuk dia. Lebih dari 8 bulan aku dan dia tak pernah bertemu. Aku berharap rasa yang datang hanya sebuah rasa rindu kepada teman yang sudah lama tak bertemu, namun ternyata tidak. 
Rasa ini masih sama, detak jantung ini berdetak masih sama seperti sebelum-sebelumnya, respon tubuh ini masih sama seperti dulu. 
Aku rasa dia tak pernah peduli, tapi mungkin dia hanya takut semua salah paham. 
Segala ucapan kasar yang pernah terucap darinya, mungkin untuk membuatku berhenti menyakiti diriku sendiri yang masih menyukainya dan mulai membuka diri untuk seseorang di luar sana.
Dan seseorang datang setelahnya. Membuat dunia ini terasa lebih ringan dari biasanya. Seseorang itu pernah membuat hari-hari indah dengan tawa dan senyumnya. Aku kira mungkin aku telah membuka diri ini untuk orang lain, namun ternyata belum. Hati ini, rasa ini masih miliknya sepenuhnya. Ketika belum lama ini aku bertemu dengannya lagi, aku menyadari, hanya pada saat ada dirinya tubuh ini menunjukkan reaksi rasa suka kepada dirinya. 
Mungkin belum ada seseorang yang bisa menggantikan posisinya, namun akankah rasa ini bertahan sangat lama? Bukankah 6 tahun sudah cukup lama untuk menyukai dirinya yang bahkan tidak ingin menoleh pada masa lalu?
Bahkan suara dan tawanya masih terngiang jelas di ingatan ini.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar